Enzan Sujisaki, itu lah nama ku, biasa dipanggil Sujisaki sama teman-teman ku. Partner digimon ku adalah T-Rexmon, seekor digimon yang entah kenapa mirip sama tyrannosaurus rex, tapi ini versi mininya. T-Rexmon bukan Tyrannomon ya, beda, Tyrannomon kan digimon dewasa, kalau T-Rexmon itu digimon yang masi anak-anak. Kalau penasaran T-Rexmon itu kaya gimana, bayangin aja Agumon, ekornya jadi panjang kaya ekor Guilmon, mukanya muka Tyrannomon tapi dibikin versi imut, tangannya sama kaya T-Rex asli (kukunya cuma ada 2), kakinya kaki Agumon cuma panjang kaya kaki Guilmon, badannya badan Agumon cuma segede Guilmon, intinya T-Rexmon segede Guilmon, mirip Agumon, warnanya sewarna sama agumon cuma lebih cerah, bisa dibilang warnanya emas, tapi bukan kuning. (Masi bingung? Tanya aja sama si XVMagnum yang ngarang ini cerita, aku sendiri juga bingung.) Aku sekolah di sekolah Jindai, Tokyo. Sekolah besar yang bekerja sama dengan DGO (Digimon Guard Organisation). Aku duduk di kelas 3 SMA yang sebentar lagi lulus, tinggal nunggu pengumuman doang…Ok deh, yuk kita mulai saja ceritanya.
“Sujisaki! Ngelamun saja kamu. Nanti kemasukan roh saja.” panggil Matsura.
“Hah!? Kenapa?” tanya Enzan yang terbangun dari lamunannya.
“Mau ke dunia digital enggak? Ditinggal juga nih.” tanya Matsura.
“Duluan saja deh, aku entar lagi.” jawab Enzan.
“Pasti nungguin Clalita deh, ya udah aku duluan deh.” kata Matsura, sambil jalan menuju capsule untuk berangkat ke dunia digital.
“Tau deh…” jawab Enzan.
“Enzan! Lapar!!!!!!!” teriak T-Rexmon.
“Tadi kan kamu baru makan T-rexmon!!” seru Enzan.
“4 jam yang lalu!!” teriak T-Rexmon enggak mau ngalah.
“Kau ini, latihan saja belum! Masa udah mau makan lagi! Apa kata Piyomon nanti?” kata Enzan yang udah pusing.
“Apa hubungannya?” tanya T-Rexmon.
Enzan yang udah capek berdebat akhirnya kasih makanan ke T-rexmon. T-Rexmon pun langsung diam. Sambil sesekali melihat jam, Enzan terus menunggu Clalita, gadis yang disukainya, Clalita duduk di kelas 2 SMA di Jindai High School. Clalita punya Digimon yang bernama Piyomon, Digimon burung berwarna pink yang selalu sayang dengan Clalita. Clalita bernama lengkap Clalita Hiruka, seorang gadis feminim yang punya hobi masak dan belajar. Karena hobi memasaknya Clalita, Enzan kalau ke sekolah enggak pernah bawa bekal, karena Clalita selalu bikinin bekal buat Enzan. Tapi, kalau diajak pergi jalan ke mall, pasti Clalita enggak akan mau, dia lebih memilih diam di rumah untuk belajar, ketimbang pergi main ke mall, pergi ke dunia digital pun sebenarnya Clalita juga enggak mau, tapi, karena Piyomon adalah Digimon, mau enggak mau Clalita pergi ke dunia Digital, seminggu sekali, syarat Digimon yang tinggal di dunia manusia adalah 1 minggu sekali harus kembali ke dunia Digital, agar mereka tidak lupa kalau mereka Digimon. Kebanyakan digimon yang tidak pernah ke dunia Digital berubah menjadi Digimon yang membenci Digimon lain, mereka menganggap Digimon lain adalah musuh, padahal sesama Digimon harus saling membantu, terlebih lagi ada Digimon yang ingin menguasai dunia Digital, untuk mengurangi kemungkinan itu, maka dibuat lah peraturan terserbut. Karena peraturan itu lah yang membuat Clalita terpaksa pergi ke dunia Digital, Clalita selalu memilih hari Sabtu agar tidak menggangu sekolahnya. Itu saja kadang masih enggak bisa dan membuat Piyomon marah, karena Piyomon harus pergi dengan Enzan, bukan dengan trainernya sendiri.
“Piyomon, hari ini kamu sama Kak Enzan saja ya, aku hari Senin ada 2 ujian.” kata Clalita
“... Aku ini Digimonnya kamu atau Digimonnya Enzan si?” tanya Piyomon kesal karena Clalita meminta Piyomon pergi ke dunia Digital bersama Enzan.
“Digimon aku lah. Hari ini saja, kamu pergi sama Kak Enzan.” kata Clalita memohon.
“... Hari ini saja... Ini udah ke-5x kamu minta aku pergi sama Enzan, Clalita!” seru Piyomon marah karena Clalita selalu mementingkan pelajaran dibanding Piyomon.
“Hei Clalita, Piyomon. Wah Piyomon lagi marah ya, kenapa?” tanya Enzan.
“Mana Digivicenya? Sini aku berangkat sama Enzan!” seru Piyomon kesal.
“Kamu enggak bisa ke dunia Digital hari ini?” tanya Enzan.
“Iya, ini Kak, Digivice aku, tolong jaga Piyomon ya.” kata Clalita mnyerahkan Digivicenya, lalu pergi meninggalkan Piyomon.
“... Ah, tau ah! Aku enggak mau pulang dari dunia Digital nanti!” seru Piyomon.
“Sudah-sudah, ayo berangkat.” kata T-Rexmon.
“... Iya saja...” kata Piyomon.
Enzan pun berangkat dengan T-Rexmon dan Piyomon, sesampainya di dunia Digital, mereka bertemu dengan Sakurai dan Minase. Sakurai dan Minase adalah pasangan terkuat di DGO Jepang selama tahun 2006 sampai 2010, kombinasi mereka hampir selalu sempurna, jarang sekali mereka konflik saat melakukan kombinasi. Sakurai, yang bernama lengkap Sakurai Atsuba adalah teman Enzan sejak kecil. Waktu kecil mereka berdua mendapat gelar best partner, karena kekompakan yang mereka tunjukkan. Sakurai juga duduk di kelas 3 SMA, partner Sakurai adalah Agumon, sedangkan Minase, pemilik nama lengkap Miya Minase adalah gadis yang sedikit tomboi dan energik. Minase duduk di kelas 2, dia sekelas dengan Clalita, partner Minase adalah Palmon.
“Wah ada Kak Sujisaki!” seru Miya.
“Hai Zan. Loh kok Piyomon ada, Hiruka enggak ada?” tanya Atsuba.
“Dia lagi mau belajar, katanya Senin ada 2 ujian.” jawab Enzan.
“Senin kan cuma ujian musik dan sejarah Jepang, kenapa harus belajar dari sekarang?” tanya Miya bingung.
“Kamu tanya aku, tanya ke Piyomon dong. Kan Piyomon yang paling tau soal Clalita, bukan aku. Aku cuma dekat sama Clalita” jawab Enzan.
“Oh iya, salah. He he... Piyomon, emang kenapa?” tanya Miya.
“Kebiasaan... hobi dia kan belajar...” jawab Piyomon.
“Ha ha ha ha ha, sabar ya Piyomon.” kata Palmon, sambil ngakak.
“...” Piyomon enggak berkomentar.
“Palmon, enggak boleh begitu!” kata Miya.
“Maaf... He he he...” Palmon cuma ketawa.
“Ya sudah, aku jalan dulu ya, ayo T-Rexmon, Piyomon.” kata Enzan pergi meninggalkan Atsuba dan Miya.
“Huft, kenapa si Clalita selalu mentingin belajar dari pada aku... Aku kan Digimon dia...” kata Piyomon sedih karena sikap Clalita.
“Dia kan emang hobinya belajar Piyomon, sabar saja, Enzan juga kalau udah sama hobinya aku dilupain...” kata T-Rexmon.
“Iya, tapi kalau ke dunia Digital kan selalu sama Enzan.” jawab Piyomon.
“Tapi Clalita selalu perhatiin kamu kan? Kalau dia enggak perhatiin kamu enggak akan disuruh ke dunia Digital bareng aku kan?” tanya Enzan.
“Iya si...” Piyomon bingung sendiri.
“Sudah lah, yang penting sekarang kita udah di dunia Digi...” kata-kata Enzan dipotong Piyomon.
“Tapi tetap entar aku enggak mau pulang!” sela Piyomon.
“Ya sudah kalau enggak mau pulang, nanti tidur di rumah aku, tapi tetap aku harus kabarin Clalita, gimana pun juga, Clalita trainer kamu Piyomon...” kata Enzan.
“Ya sudah...” jawab Piyomon.
Enzan dan T-Rexmon pun senyum, lalu mereka bertiga melanjutkan jalan-jalan di dunia Digital, dari T-Rexmon Village sampai ke Agumon Village, sedikit berwisata kuliner yang membuat T-Rexmon makan cukup banyak pada hari itu, sedangkan Piyomon sudah mulai senyum, karena enggak cuma dia yang pergi tanpa trainer sendiri, masih banyak Digimon yang belum punya trainer, atau pergi dengan trainer lain... Pertualangan Enzan tidak hanya untuk membuat Piyomon tersenyum, tapi masi banyak pertualangan yang menunggu Enzan... Yang Enzan tidak tau adalah, dia pemilik Crest Of Destiny yang berarti, pertualangannya akan selalu bertemu masalah baik yang seru atau pun membosankan tanpa henti sampai dia menyelamatkan dunia Digital...
Digimon Chronos Chapter 1, End... To Be Continued... ^^v
-XVMagnum-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar