“Enggak usah, aku bilang saja kalau aku pingsan...” jawab Piyomon.
“Lebih baik ngomong apa adanya, supaya selesai.” kata Enzan.
“Iya deh, tapi kalau Clalita marah ke kamu gimana?” tanya Piyomon.
“Enggak apa-apa, aku terima saja...” jawab Enzan.
“Udah enggak usah. Aku bilang saja aku pingsan...” kata Piyomon.
“Dasar, ya sudah lah, dah sana mandi, tempat mandi Digimon ada di lantai bawah, tanya sama Palmon saja. Digimon mama ku...” kata Enzan.
Piyomon pun menuju ke bawah untuk mandi, saat Piyomon mandi T-Rexmon dan Enzan berdiskusi tentang kejanggalan di dunia Digital yang mereka berdua lihat... Kejanggalan yang terjadi di dunia Digital yang mereka lihat adalah, mereka melihat Devimon yang melintas di atas Pulau Folder.
“Kenapa ada Devimon yang melintas di atas Pulau Folder ya?” tanya T-Rexmon.
“Mungkin lagi melakukan perjalanan?” tanya Enzan balik.
“... Kurang kerjaan, kalau pun iya, dia mau ke mana? Dia melintas ke arah Holy Castle, itu mah cari mati...” jawab T-Rexmon.
“Kali saja mau bersahabat...” kata Enzan.
“... Ajaib deh...” kata T-Rexmon.
“Apanya yang ajaib?” tanya Piyomon yang tiba-tiba masuk.
“Tadi ada Devimon melintas diatas Pulau Folder menuju ke arah Holy Castle…” jawab Enzan sambil terus memikirkan keanehan tersebut.
“Hah!? Ngapain, enggak ada kerjaan kali ya? Holy Castle kan tempat Angel Digimon…” tanya Piyomon bingung.
“Kamu tanya kita, kita tanya siapa?” tanya Enzan.
“Err…. Jadi bingung sendiri aku…” jawab Piyomon yang makin bingung.
“Ya sudah lah ya, bukan urusan kita juga.” kata T-Rexmon sambil makan cemilan.
“Oi T-Rexmon itu cemilan buat Piyomon!” seru Enzan.
“Eh!? T-Rexmon balikin!” seru Piyomon.
“Errr… Sudah habis…” jawab T-Rexmon.
“… Ku ambilkan yang baru ya Piyomon…” kata Enzan.
“Iya… T-Rexmon kau ini makan mulu…” kata Piyomon
T-Rexmon hanya ketawa dan lanjut main computer. (Ini lagi pengarang 1, Digimon main komputer… Digimon mana lagi yang bisa main komputer selain dicerita ini...). Enzan turun ke bawah untuk mengambil cemilan buat Piyomon mendapati Clalita yang basah karena keringat baru datang.
“Clalita!? Kamu ngapain!?” tanya Enzan.
“Aku khawatir sama Piyomon Kak, Piyomon mana? Hah... hah... hah...” jawab Clalita sambil nafas yang tidak beraturan.
“Ada di kamar aku, lagi main sama T-Rexmon. Kamu lari dari rumah?” tanya Enzan.
“Iya... kan dekat. Hehehe.” jawab Clalita
Enzan cuma geleng-geleng kepala, dan mempersilahkan Clalita ke kamarnya untuk menemui Piyomon. Sementara Enzan mengambil cemilan, dan minum untuk Piyomon dan Clalita.
“Piyomon!” seru Clalita.
“He!? Clalita!? Kok ke sini!?” tanya T-Rexmon.
“Piyomon mana!?” tanya Clalita
“Lagi di balkon tuh.” Jawab T-Rexmon.
“Piyomon!” seru Clalita lagi.
“Clalita!? Kok kamu ke sini? Bukannya Enzan sudah bilang aku pulang besok?” tanya Piyomon
“Iya Kak Enzan sudah bilang, cuma tetep saja aku khawatir.” jawab Clalita.
Piyomon pun kaget mendengar perkataan Clalita. Piyomon enggak nyangka Clalita khawatir banget sama dia... Piyomon senyum dan memeluk Clalita... Enzan pun menarik T-Rexmon keluar membiarkan mereka berdua untuk mengobrol sebentar.
“Lain kali tariknya jangan ekor!” seru T-Rexmon
“Paling gampang ditarik ekor mu masalahnya. Hahahahaha.” jawab Enzan.
“Kayanya perlu dikasih listrik ni ekor ku.” kata T-Rexmon.
“Iya habis itu kau yang paling sering kesetrum. Hehehe.” kata Enzan.
Setelah 1 jam ngobrol, Piyomon memanggil Enzan. Piyomon memberitaukan kejadian yang asli pada Clalita. Clalita mengerti dan tidak marah ke Enzan. Clalita malah berterima kasih, karena kebohongan Enzan, Clalita jadi mengerti maunya Piyomon, begitu pula sebaliknya. Malam itu Clalita menginap di rumah Enzan, sekalian minta diajarin coding komputer, karena minggu depan Clalita juga ada jadwal ujian komputer bahan PHP. Enzan juga menceritakan kejadian Devimon yang melintas diatas pulau folder menuju Holy Castle. Malam itu mereka berempat saling tukar pikiran. Dari situ lah diketahui, kenapa Clalita sangat hobi belajar. Clalita ingin membanggakan kedua orang tuanya, makanya Clalita sangat rajin, tapi Clalita juga sudah berjanji, sejak hari itu Clalita akan terus pergi bersama Piyomon ke dunia Digital.
-XVMagnum-